Balit. SP melayani pembelian produk, jasa pengawalan teknologi, pelatihan budidaya, dan studi kelayakan investasi kebun karet. CP : 082181358149

WORKSHOP

PENGGUNAAN KLON UNGGUL DAN PENYIAPAN BAHAN TANAM PRIMA
UNTUK MENDAPATKAN PRODUKTIVAS OPTIMAL

Pada tanggal 22-24 Mei 2012 lalu, Balai Penelitian Sungei Putih kembali menyelenggarakan workshop, “PENGGUNAAN KLON UNGGUL DAN PENYIAPAN BAHAN TANAM PRIMA UNTUK MENDAPATKAN PRODUKTIVAS OPTIMAL” Workshop tersebut diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari PTPN, PT. Swasta Nasional dan Asing serta dinas terkait. Beberapa hal yang dapat dipetik dari pelaksanaan workshop tersebut adalah bahwa pengembangan agribisnis karet masih sangat berpeluang dan prospektif. Penurunan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh krisis ekonomi di negara-negara Eropa dan krisis ekonomi di Amerika yang belum pulih. Diprediksi harga akan membaik seiring dengan berlalunya krisis ekonomi. Dari aspek teknologi, pengembangan usaha agribisnis karet harus terus didukung, antara lain dengan penggunaan klon-klon unggul yang memiliki produktivitas yang tinggi. Balai Penelitian Sungei Putih-Pusat Penelitian Karet telah menghasilkan beberapa klon unggul, diantaranya klon IRR 112 yang potensinya setara dengan produktivitas klon PB 260. Penyiapan bahan tanam yang prima beserta pemeliharaan tanaman tentu tetap menjadi perhatian utama karena akan menentukan waktu matang sadap tanaman karet. Dengan teknologi terbaru, rata-rata waktu matang sadap dapat mencapai  < 4 tahun. Pengendalian penyakit terutama Jamur Akar Putih (JAP) masih tetap menjadi prioritas dalam budidaya karet sangat perlu untuk dilakukan untuk mempertahankan populasi yang tetap tinggi pada akhir siklus produksi. Pada sisi lain Balai Penelitian Sungei Putih telah memformulasi dan memproduksi biofungisida yang ampuh untuk mengendalikan penyakit JAP yakni Triko SP PLUS dan EndoHevea. Selain mengandung beberapa species jamur antagonis terhadap JAP, EndoHevea juga mengandung beberapa spesies bakteri non simbiotik yang mampu menambat Nitrogen dari udara sehingga dapat memperbaiki kondisi hara tanah. Workshop diakhiri dengan Field trip ke kebun PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate dan Kebun Gunung Para – PTP. Nusantara III (persero). (PAN)