Author Archive
Sayurandi,SP
Nama : Sayurandi, SP
Tempat/Tanggal Lahir : Bandar Tongah/ 15 Desember 1983
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status Perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Peneliti
Jabatan Fungsional/Gol. : Peneliti Muda/ IIIC
Alamat Kantor : Balai Penelitian Sungei Putih, Galang-Deli Serdang Po Box 1415, Medan 20001
Alamat Email : ma_hong_22@yahoo.com
Riwayat Pendidikan :
|
Pendidikan |
Universitas |
Tahun |
|
S1 |
Jurusan Pemuliaan Tanaman Fakultas Peratanian Universitas Sumatera Utara |
2006 |
Riwayat Pelatihan :
|
Kegiatan |
Institusi |
| Pelatihan Kultur Jaringan | Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Bogor – Indonesia, tahun 2007 |
| Pelatihan Mikro Cutting | Balai Besar Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Bogor – Indonesia, tahun 2007 |
| Pelatihan Kandidat Peneliti | Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Cibinong-Indonesia, tahun 2008 |
| Training Rubber Breeding | International Rubber Research and Development Board , LGM-Malaysia tahun 2009 |
Riwayat Pekerjaan : Agustus 2006 s/d sekarang bekerja di Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet sebagai Peneliti Pertama di bidang Pemuliaan Tanaman
Penghargaan dalam bidang ilmu/profesi/pendidikan :
Perolehan HAKI :
Kegiatan Penelitian, Pengembangan dan Konsultansi untuk Lima Tahun Terakhir (2005-2009):
|
No. |
Judul |
Posisi (Peneliti Utama / Peneliti Anggota) |
Sumber Dana |
| 1. | Pengujian Adaptasi Klon Karet Unggul Harapan IRR Seri 100 |
Peneliti Anggota |
APBN T.A.2007 |
| 2. | Pengujian Adaptasi Klon Karet Unggul Harapan IRR Seri 100 Dan 200 Pada Iklim Kering Dan Basah |
Peneliti Anggota |
APBN T.A. 2009 |
| 3. | Penggunaan Marka Molekuler RAPD untuk Analisis Genetik dan Kemurnian Klon Produktivitas ≥3000 kg/ha/th. |
Karya ilmiah periode lima tahun terakhir (2005 – 2009) :
A. Jurnal, Prosiding, Konferensi
a.1. Internasional :
|
No. |
Judul Artikel |
Nama Jurnal |
| 1. | Adaptability and Stability of IRR 100 Series Clone | Proceeding International Rubber Conference and Exhibition 2007 |
a.2. Nasional :
|
No |
Judul Artikel |
Nama Jurnal |
| 1. | Pengaruh Interaksi Genotipe dan Lingkungan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Klon IRR Seri 100 pada Uji Lanjutan | Jurnal Penelitian Karet No : 24 (2) 2006 |
| 2. | Analisis Kekerabatan Genetik Populasi F1 Hasil Persilangan Tetua Tanaman Karet Penghasil Lateks dan Kayu Berdasarkan Teknik RAPD | Jurnal Penelitian Karet No : 25 (2) 2007 |
| 3. | Heritabilitas dan Korelasi Berbagai Sifat Komponen Produksi Tanaman Karet | Jurnal Kultivar FP-USU No : 1 (1) 2008 |
| 4. | Pemanfaatan Marka Molekuler Dalam Mendukung Pemuliaan Karet | Warta Perkaretan No: 26 (2) 2007 |
| 5. | Genotipe Terpilih Sebagai Penghasil Lateks dan Kayu dari Plasmanutfah IRRDB 1981 | Prosiding Lok.Nas. Budidaya Tanaman Karet 2006 |
| 6. | Keragaman Genetik, Heritabilitas, dan Korelasi Berbagai Karakter dengan Hasil pada Tanaman Karet | Jurnal Penelitian Karet No : 26 (1) 2008 |
| 7. | Pengelompokan Tetua Tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) berdasarkan Penanda RAPD | Jurnal Penelitian Karet No : 26 (1) 2008 |
| 8. | Analisis Sidik Lintas Komponen Hasil Lateks-kayu dan Seleksi Genotipe Hasil Persilangan di Pengujian Tanaman Semaian | Jurnal Penelitian Karet No : 26 (2) 2008 |
| 9. | Kajian Filogenetika Molekuler Sebagai Informasi Dasar untuk Mengetahui Hubungan Kekerabatan Genetik Tanaman Karet | Warta Perkaretan No: 27 (1) 2008 |
| 10. | Teknik Hibridisasi dalam Perakitan Klon Karet unggul | Warta Perkaretan No: 27 (2) 2008 |
| 11. | Keragaan Klon Karet Unggul Harapan IRR Seri 400 Selama Tanaman Belum Menghasilkan di Pengujian Plot Promosi | Prosiding Lok.Nas. Pemulian Tanaman Karet 2009 |
| 12. | Penggalian Potensi Genetik Produksi Klon IRR Seri 100 | Prosiding Pertemuan Teknis Eksploitasi Tanaman karet 2009 |
B. Publikasi Lainnya (Buku, Majalah, Buletin, dll)
Keikutsertaan dalam Organisasi dan Forum Ilmiah : Anggota Perhimpunan Pemuliaan Indonesia
Dr Ir Karyudi
1. Nama lengkap : Dr Ir Karyudi
2. Tempat/tanggal lahir : Cirebon / 6 April 1959
3. Pangkat/Golongan : Ahli Peneliti Muda, IVC/2
4. Jabatan : Kepala Balai Penelitian Sungei Putih
5. NIK : 110400205
6. Instansi : Balai Penelitian Sungei Putih,
Pusat Penelitian Karet
7. Alamat Kantor : PO. Box 1415 Medan 20001; ph (061) 7980045, fax 7980046, e-mail: balitsp@indosat.net.id
8. Email : karyudi@indosat.net.id
9. Riwayat Pendidikan * :
|
No |
Strata Pendidikan |
Tahun Selesai |
Tempat |
Judul Skripsi/Tesis/ Disertasi |
| 1. | Sekolah Dasar |
1972 |
Cirebon |
- |
| 2. | Sekolah Menengah Pertama |
1975 |
Cirebon |
- |
| 3. | Sekolah Menengah Atas |
1979 |
Cirebon |
- |
| 4. | Institut Pertanian Bogor |
Ir / 1983 |
Bogor |
- |
| 5. | University of Queensland |
PhD/1999 |
Australia | Osmoregulative capacity in birdseed millets (Setarcia italica L. and Panicum miliaceum L). in response to water stress. |
10. Pengalaman Kerja (5 tahun terakhir)
|
Nama dan tempat Organisasi |
Posisi |
Waktu
|
|
|
Dari |
ke |
||
| - Pusat Penelitian Karet
-Universitas Sumatera Utara
|
Dosen S3 Pasca Sarjana
|
10 Juli 19841 Des. 20011 April 2003
2003
|
30 Nop. 20011 April 2003s/d sekarang
s/d sekarang
|
WORKSHOP EKSPLOITASI/PENYADAPAN TANAMAN KARET
Balai Penelitian Sungei Putih – Pusat Penelitian Karet akan menyelenggarakan WORKSHOP EKSPLOITASI/PENYADAPAN TANAMAN KARET di Hotel Garuda Plaza,Medan. Workshop dilaksanakan tanggl 4 – 7 Oktober 2010, yang akan diakhiri dengan kunjungan lapangan ke perkebunan karet. Peserta terdiri dari praktisi perkebunan karet, manajer perkebunan karet, pengambil keputusan di bidang produksi.
Biaya untuk workshop sebesar Rp.4.000.0000,- (empat juta rupiah), sudah termasuk akomodasi dan transportasi peserta selama workshop.
Konfirmasi rinci dan keikutsertaan dapat menghubungi ibu Mariani Meliala BA (HP 08126350147) atau langsung menghubungi Balai Penelitian Sungei Putih melalui telephone 061 – 7980045 fax 061-7980046
Workshop Teknik Mempersingkat Masa TBM di Sungei Putih (Sumatera Utara)
Pada tanggal 21 – 24 Juni 2010, Balai Penelitian Sungei Putih – Pusat Penelitian Karet (Sumut) akan menyelenggarakan Workshop Teknik Mempersingkat Masa TBM.
Workshop terbuka untuk umum, dengan biaya Rp.4.000.000. (empat juta rupiah).Biaya dapat ditransfer ke Bank Mandiri Cabang Lapangan Merdeka Medan no. 106-0082000061.
Biaya tersebut sudah termasuk bahan selama workshop, penginapan dan makan selama workshop (akomodasi) dan fieldtrip ke salah satu perkebunan karet.
Nara sumber terdiri dari para peneliti masing-masing bidang dan dari workshop diharapkan suatu teknologi baru dapat diterapkan di perkebunan karetnya masing-masing.
Kontak Person untuk detil workshop tersebut dapat menghubungi Ibu Mariani Meliala, BA (08126350417) atau Ir.Istianto, MS (0811634359).
Balai Penelitian Karet, Produksi Karet Harus Digenjot Untuk Meningkatkan Keuntungan
Balai Penelitian Karet Sungai Putih, Kabupaten Deli Serdang, Sumut akan melakukan temu teknis nasional eksploitasi tanaman karet karena harga karet setahun terakhir terus berflugtuasi.
Wakil Panitia Temu Teknis Nasional Eksploitasi Tananam Karet Tumpal HS Siregar mengatakan dinamika harga karet menunjukkan bahwa margin yang diterima pengusaha perkebunan karet sesungguhnya sudah mengkhawatirkan.
“Kondisi ini mengancam produksi nasional karet, karena kecenderungan produksipun melemah sebagai konsekuensi dari tidak diperolehnya lagi keuntungan yang memadai,” ujarnya di Medan.
Menurut dia, perkembangan harga jual karet tampak pesimistik, kalau dilihat dari harga yang tidak lagi menyentuh harga jual seperti semester I/2008 lalu, yang sempat menyentuh US$2,5 per kg.
Agar keuntungan meningkat, lanjut dia, produksi karet harus digenjor, sehingga margin yang diperoleh memadai.
Dia mengatakan, Balai Penelitian Sungai Putih Pusat Penelitian Karet menyimpulkan bahwa peningkatan produksi harus terus digenjot sehingga keuntungan dapat ditingkatkan. Produktivitas nasional rata-rata 800 kg per hektar per tahun (karet rakyat) dan 1.200 kg per hektar per tahun (perusahaan besar) perlu disiasati lagi sehingga dapat ditingkatkan lagi menjadi 1.100 kg per hektar per tahun (karet rakyat) dan 1.400 kg per hektar per tahun (perusahaan besar).
Siasat ini, kata dia, akan berdampak kepada peningkatan margin yang diperoleh sehingga produksi karet nasional dapat diangkat kembali. “Hal ini berdampak kepada peningkatan perolehan devisa, yang pada 2009 dan 2010 dikhawatirkan tidak mencapai target karena dinamika harga karet tersebut,” katanya.
Biaya produksi terbesar dari pengelolaan kebun karet, jelasnya, terletak pada biaya eksploitasi. Dengan dinamika harga yang tidak menentu dan biaya produksi yang cenderung menaik, tuturnya, dibutuhkan suatu pendekatan berbasis kepada pelaksanaan eksploitasi.
Kalau tidak ada upaya untuk meningkatkan produksi, paparnya, sulit bagi pekebun karet untuk bertahan ditengah merosotnya harga karet di pasar internasional. (rel)

















