Kelayakan Finansial Sistem Sadap Expex-315 Untuk Diterapkan Dalam Skala Lebih Luas

Written by admin on November 4, 2011. Posted in Warta

Prospek agribisnis perkebunan karet nampaknya kian menarik seiring dengan meningkatnya permintaan akan karet dan adanya klon-klon baru dengan produktivitas yang tinggi. Penyadapan merupakan salah satu faktor terpenting dalam penentuan produktivitas kebun.

PERKEMBANGAN PENELITIAN BIOLOGI MOLEKULER DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DAUN TANAMAN KARET SECARA GENETIK

Written by admin on November 4, 2011. Posted in Warta

Pemuliaan terhadap pengendalian penyakit daun pada tanaman karet dilakukan secara konvensional dengan cara introduksi klon, seleksi tetua dan persilangan buatan sedangakan secara inkonvensional dilakukan dengan memanfaatkan teknik biologi molekuler. Salah satu jenis penyakit daun yang menimbulkan kerugian sangat besar adalah penyakit gugur daun Corynespora yang disebabkan oleh jamur Corynespora cassicola. Negara yang mengalami kerugian cukup besar terhadap serangan penyakit daun Corynespora tersebut adalah Indonesia, India dan Sri Lanka. Indonesia mengalami kerugian sekitar Rp. 200 juta karena harus memusnahkan areal seluas 400 ha akibat terserang penyakit corynespora tersebut, sementara India mengalami epidemi serangan penyakit daun tersebut  50-70% terhadap klon RRII 105 yang ditanam seluas 10000 ha, sedangkan Sri Lanka harus memusnahkan seluruh klon RRIC 103 yang ditanam seluas 4000 ha dengan menghabiskan biaya Rs 60 juta. Usaha untuk menghadapi serangan penyakit gugur daun corynespora adalah dengan menanam klon-klon tahan walaupun ada kemungkinan klon tersebut akan berubah menjadi rentan karena adanya ras baru dari patogen yang lebih berbahaya. Selain itu saat ini juga telah ditemuakan gen tahan terhadap penyakit tanaman karet, yaitu  ß-1,3-glucanate, osmotin, ribosome, dan kitinase yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknik biologi  molekuler.

Oleh: Syarifah Aini Pasaribu

Kata kunci  : Pemuliaan tanaman, karet, penyakit daun, konvensional,  inkonvensional.

 

PERKEMBANGAN PEMULIAAN KARET DI MALAYSIA

Written by admin on November 4, 2011. Posted in Warta

Malaysia merupakan negara penghasil karet ketiga setelah Thailand dan Indonesia. Peningkatan produktivitas karet di Malaysia mutlak harus dilakukan, hal ini disebabkan karena semakin berkurangnya lahan yang produktif untuk pertanaman karet akibat konversi ke tanaman kelapa sawit. Oleh karena itu Lembaga Getah Malaysia (LGM) sebagai lembaga R & D tetap berusaha untuk meningkatkan produksi karet nasionalnya dengan meningkatkan produktivitas klon. Untuk mencapai tujuan tersebut LGM melakukan beberapa kegiatan diantaranya yaitu kegiatan pemuliaan dan seleksi yang dilakukan secara berkelanjutan. Sampai dengan saat ini kegiatan pemuliaan yang dilakukan berupa ekspedisi untuk mencari sumber genetik baru, pemanfaatan tetua karet penghasil lateks dan kayu, dan pengembangan klon-klon unggul produktivitas tinggi. Pada saat ini LGM sebagai salah satu lembaga penelitian karet terkemuka di dunia melakukan kegiatan riset untuk menghasilkan klon unggul dengan produktivitas karet  > 3500 kg/ha/th dan produksi kayu > 1,5 m3/ pohon. Selain itu juga kegiatan penelitian diarahkan untuk perbaikan sifat-sifat sekunder seperti pertumbuhan tanaman yang jagur, resisten terhadap penyakit, ketahanan terhadap angin, laju pertumbuhan yang baik, dan respon terhadap stimulan.

Kata kunci : Hevea brasiliensis, pemuliaan, seleksi, klon unggul

Oleh : Sayurandi

TANAMAN KARET SEBAGAI BIOREAKTOR BERBAGAI SENYAWA YANG POTENSIAL UNTUK INDUSTRI

Written by admin on November 4, 2011. Posted in Warta

Hingga saat ini tanaman karet (Hevea brasiliensis) dikenal sebagai penghasil karet alam.  Selain itu tanaman karet juga potensial sebagai penghasil produk alami lainnya mengingat di dalam lateks juga mengandung protein, resin, gula dan beberapa metabolit sekunder lainnya. Protein yang terkandung dalam lateks kebanyakan berkaitan dengan mekanisme pertahanan terhadap serangan penyakit. Dalam proses pengolahan lateks hampir semua metabolit ini terbuang sebagai limbah. Metabolit-metabolit dalam limbah ini masih dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba, insektisida dan obat. Ke depan, tanaman karet diharapkan tidak hanya sebagai penghasil karet alam, tetapi juga penghasil produk-produk alami lainnya yang penting bagi industri, seperti penghasil obat, antibodi, vaksin, bioplastik dan sutra. Produk-produk tersebut dapat dihasilkan tanaman karet melalui rekayasa genetik dengan memanfaatkan gen-gen dari tanaman lain, mikroba, atau hewan. Teknik ini dikenal sebagai molecular farming.

Oleh : Radite Tistama

Kata kunci  :        Hevea brasiliensis, lateks, obat, antimikrobia, insektisida, molecular farming

ALTERNATIF MODEL PEMBIAYAAN PREFINANCING PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KARET RAKYAT POLA NON-KEMITRAAN DI SUMATERA SELATAN

Written by admin on November 4, 2011. Posted in Warta

Program revitalisasi perkebunan (revbun) merupakan program percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui intensifikasi, perluasan, peremajaan, rehabilitasi, dan diversifikasi tanaman perkebunan. Program revbun karet rakyat ditetapkan meng-gunakan pola “non-kemitraan” dengan komponen utamanya meliputi perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi. Komponen utama ini akan dibiayai oleh perbankan dengan subsidi bunga kredit dari pemerintah selama masa pembangunan kebun sampai dengan tanaman karet menghasilkan. Pembiayaan kredit komponen utama telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan dari Direktorat Jenderal Perkebunan dalam “Satuan Biaya Pembangunan Kebun Maksimum bagi Peserta Revbun Karet” yang kemudian diopera-sionalkan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Biaya Peserta Revbun Pola Non- Kemitraan atau Daftar Rencana Penarikan Kredit yang disahkan dan diketahui oleh Kepala Desa, Penyuluh Lapangan atau Kepala UPP/KCD, dan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten serta disetujui oleh Bank Pelaksana untuk dijadikan pedoman jumlah kredit yang dapat dicairkan pada setiap termin

Walaupun dasar hukum dan aturan program revbun karet rakyat pola “non-kemitraan” sudah cukup lengkap, namun dalam pelaksanaannya ternyata masih menghadapi banyak kendala. Di Provinsi Sumatera Selatan misalnya, sampai dengan Oktober 2009 realisasi luas areal dan jumlah petani yang sampai pada tahap akad kredit baru mencapai ± 6 % dari daftar nominatif calon peserta program revbun yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati. Salah satu kendalanya diidentifikasi terdapat pada tahap penyediaan biaya “prefinancing” yang harus disiapkan petani pada proses melakukan usulan dalam mengikuti program, sertifikasi lahan, sampai dengan akad dan pencairan kredit di Bank Pelaksana.

Alternatif pembiayaan “prefinancing” untuk program revbun karet rakyat pola “non-kemitraan” disarankan dapat dilakukan dengan: a) penyediaan modal sendiri melalui kelompok tani “yang kuat finansialnya”, b) bermitra dengan pabrik karet remah, pabrik kayu karet atau perusahaan besar yang mempunyai program CSR, c) mengikuti program sertifikasi lahan dari Kantor Badan Pertanahan dan dana talangan pembayaran BPHTB dari Pemerintah Daerah dengan APBD, d) menggali berbagai sumberdana untuk masyarakat pedesaan seperti Dana PNPM Mandiri, dan e) membentuk PT Badan Usaha Milik Masyarakat untuk mengurus sampai dengan mengelola usahatani.

Analisis standar pembangunan kebun karet program revbun seluas 2 ha (1 kavling) dinilai layak secara finansial. Strategi pembiayaan kredit mempunyai masa tenggang 6 tahun sehingga masa jatuh tempo cicilan kredit mulai dapat dilakukan pada tahun ke-7. Cicilan kredit disarankan sebesar 20 % dari total penerimaan yang akan dapat dilunasi dalam kurun waktu 7 tahun. Sementara itu jika petani mampu menekan jumlah kredit dan melaksanakan usahatani terpadu berbasis karet, nilai kelayakan finansialnya akan menjadi lebih besar, di samping masa pengembalian kreditnya lebih singkat dan lebih ringan.

Oleh : Sinung Hendratno

Kata kunci  :  Revitalisasi perkebunan karet rakyat, non-kemitraan, biaya prefinancing

- Online Now
Visits Today: -
Pageviews Today: -
New Visitors Today: -
Returning Visitors Today:
New Visits Today: -%
Visits Yesterday: -
Pageviews Yesterday: -
New Visitors Yesterday: -
Returning Visitors Yesterday: -
New Visits Yesterday: -%
Total Visits: -
Total Pageviews: -