Segenap Karyawan Balai Penelitian Sungei Putih Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Balai Penelitian Sungei Putih

Pusat Penelitian Karet

Balai Penelitian Sungei Putih

Pusat Penelitian Karet

Balai Penelitian Sungei Putih

Pusat Penelitian Karet

Balai Penelitian Sungei Putih

Pusat Penelitian Karet

Pembibitan Polibag, Balai Penelitian Sungei Putih

Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet

Pusat Penelitian Karet

 

Profil

  1. 1.     Sejarah
    Balai Penelitian Sungei Putih (BPSP) adalah unit kerja penelitian dan pengembangan perkaretan. Pembentukan BPSP yang dimulai sejak tahun 1981 sudah beberapa kali berganti nama sejalan dengan reorganisasi lembaga penelitian. Diawali dari SK Menteri Pertanian RI No. 790/Kpts/Org/1981 tentang berdirinya Balai Penelitian Perkebunan Sungei Putih (1981-1989) (DP 01), yang kemudian berubah menjadi Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Sungei Putih (1989-1992) berdasarkan SK Menteri Pertanian RI No.823/Kpts/KB.110/89 (DP 02) dan SK AP3I No. 222/APP/89 (DP 03). Selanjutnya, berdasarkan segi mandat komoditas Puslitbun Sungei Putih, bersama Puslitbun Sembawa, Puslitbun Getas, dan bagian Pasca Panen Karet pada Puslitbun Bogor dikelompokkan menjadi Pusat Penelitian Karet (1992-2003) berdasarkan SK DPH-AP3I No. 084/Kpts/DPH/X2/92 (DP 04) yang berkedudukan di Sungei Putih. Dengan penggabungan tersebut, keempat Puslitbun berfungsi sebagai unit kegiatan penelitian Pusat Penelitian Karet (PPK) dan melalui keputusan DPH-AP3I No. 059/93 (DP 05) nama Puslitbun Sembawa diubah menjadi Balai Penelitian Sembawa, Puslitbun Getas diubah menjadi Balai Penelitian Getas, dan Bagian Pasca Panen Karet Puslitbun Bogor diubah menjadi Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, sedangkan Puslitbun Sungei Putih menjadi kantor utama Pusat Penelitian Karet (Puslit Karet).
    Pada tahun 2003 terjadi reorganisasi pada lembaga Pusat Penelitian Karet yang semula berkedudukan di Sungei Putih berpindah tempat ke Tanjung Morawa, sedangkan kantor Sungei Putih berubah nama menjadi Balai Penelitian Sungei Putih berdasarkan SK Direktur Eksekutif LRPI No06/Kpts/LRPI/2003 (DP 06), tanggal 26 Maret 2003. Berdasarkan struktur organisasi, susunan personalia BPSP dipimpin oleh seorang Kepala Balai setingkat dengan pejabat lapis dua di Pusat Penelitian Karet dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Pusat Penelitian Karet. Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dalam Surat Keputusan Direktur Eksekutif LRPI, maka Kepala Balai dibantu oleh 4 (empat) pejabat Struktural setingkat Kepala Urusan. Berikut disampaikan struktur Puslit Karet dan struktur BPSP.
    BPSP sebagai unit kerja penelitian dan pengembangan berfungsi menjalankan  kegiatan penelitian, pengembangan dan pelayanan di bidang perkaretan sesuai dengan SK Mentan RI No. 790/Kpts/Org/1981 (DP 01).

2.      Visi dan Misi

2.1.  Visi
Menjadi lembaga penelitian, pengembangan dan pelayanan terkemuka, mandiri, serta berperan aktif dalam mewujudkan usaha agribisnis karet nasional yang berdaya saing tinggi, mensejahterakan, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
2.2.   Misi

  • Menghasilkan inovasi, merekayasa dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan bagi pengembangan sistem dan usaha agribisnis karet untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
  • Memasyarakatkan secara intensif inovasi teknologi hasil penelitian kepada pengguna.
  • Mendorong peningkatan kinerja industri berbasis karet di dalam negeri, melalui introduksi inovasi teknologi serta pelayanan yang proaktif.
  • Mendorong terciptanya industri berbasis karet yang ramah lingkungan guna mempertahankan kelestarian agroindustri.
  • Melakukan upaya-upaya yang mengarah pada kemandirian institusi secara finansial melalui kegiatan usaha yang berbasis pada kompetensi.

2.3.       Tugas Pokok dan Fungsi

  • Melaksanakan kegiatan penelitian untuk menghasilkan teknologi karet yang meliputi bidang prapanen (pemuliaan, agronomi, proteksi tanaman, tanah dan pemupukan, iklim, usahatani, dan penyadapan), pasca panen, dan sosial ekonomi.
  • Melaksanakan pelayanan/jasa hasil penelitian kepada para petani, penyuluh pertanian, dan pekebun karet, terutama anggota Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.
  • Melaksanakan kegiatan alih teknologi karet.

Untuk mendukung merealisasikan visi, misi serta menjalankan tugas pokok dan fungsinya tersebut diatas, Balai Penelitian Sungei Putih memiliki sumberdaya (SDM dan sarana prasarana penelitian seperti kebun percobaan dan laboratorium) serta telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi dan produk yang secara singkat akan diuraikan dibawah ini. 

  1. 3.      Organisasi

Balai Penelitian Sungei Putih organisasi legal di bawah Pusat Penelitian Karet, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, struktur organisasi, susunan personalia (SK Direktur Eksekutif LRPI No. 06/Kpts/LRPI/2003), tata kerja, fasilitas perkantoran, perpustakaan, jurnal ilmiah, dan laboratorium. Balai Penelitian Sungei Putih dipimpin oleh seorang Kepala Balai setingkat dengan pejabat lapis dua di Pusat Penelitian Karet dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Pusat Penelitian Karet. Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dalam Surat Keputusan Direktur Eksekutif LRPI, maka Kepala Balai dibantu oleh 5 (lima) setingkat Kepala Urusan yaitu :

  • Koordinator Penelitian
  • Kepala Urusan Penelitian
  • Kepala Urusan Komersialisasi Hasil Penelitian
  • Kepala Urusan Tata Usaha
  • Kepala Kebun Percobaan

 

One Response to Profil

  1. ismed amazihono says:

    mau tanya berapa harga bibit karet stum mata tidur PB 260 , berapa lama ditanam sejak dibeli apakah cocok ditanam di Nias Selatan, serta Klon yang lain apa yang sesuai, mohon info,tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>