Fasilitas

Laboratorium

Untuk mendukung berbagai kegiatan penelitian yang merupakan penelitian dasar serta untuk tujuan pelayanan bagi para stakeholders, Balai Penelitian Sungei Putih  memiliki laboratorium Proteksi Tanaman, Laboratorium Tanah dan Daun, Laboratorium Fisiologi dan Laboratorium Teknologi Pasca Panen. Laboratorium tersebut dilengkapi dengan berbagai sarana yang memadai.

 

Kebun Percobaan

Balai Penelitian Sungei Putih memiliki sarana Kebun Percobaan yang cukup luas untuk melakukan berbagai kegiatan penelitian. Kebun Percobaan tersebut terdapat di 2 lokasi, yaitu di Sungei Putih Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang seluas 405 ha dan Sikijang Riau Propinsi Riau seluas 500 ha.

Sebagian besar areal kebun percobaan didominasi oleh jenis tanah Ultisol dengan elevasi 0 – 60 meter dari permukaan laut. Kondisi topografi kebun percobaan baik di Sungei Putih dan Sikijang Riau umumnya datar sampai dengan bergelombang.

 

 Sumberdaya Manusia

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Balai Penelitian Sungei Putih didukung oleh 20 orang peneliti yang mempunyai gelar pendidikan Doktor (S3) dan Pasca Sarjana (S2), dengan kegiatan penelitian yang dilaksanakan dapat dikelompokkan kedalam 4 kelompok penelitian sebagai berikut (sesuai dengan Akreditasi oleh KNAPPP):

1)      Kelompok Peneliti Pemuliaan (Plant  Improvement)

2)      Kelompok Peneliti Agronomi (Plant Growth and Development)

3)      Kelompok Peneliti Proteksi Tanaman (Plant Protection)

4)      Kelompok Peneliti Teknologi Pasca Panen (Post Harvest Technologies)

Berbagai kegiatan penelitian dan/atau inovasi teknologi dan produk yang telah dihasilkan oleh masing-masing peneliti serta pengalaman peneliti dalam bidang penelitian baik tingkat nasional maupun internasional secara rinci dapat dilihat pada Curiculum Vitae (CV) masing-masing peneliti (terlampir).

Selain peneliti, Balai Penelitian Sungei Putih juga memiliki SDM teknisi penelitian serta staf pendukung (administrasi, perpustakaan, laboratorium, stasiun klimatologi, rumah kaca dan kebun percobaan) yang berjumlah 246 orang.


Koleksi Plasma Nutfah

Usaha memperbesar keragaman genetik karet telah dilakukan Indonesia melalui kerjasama antar negara anggota IRRDB (International Rubber Research and Development Board), dimana antara tahun 1984 – 1989 Indonesia telah menerima sejumlah besar (7290 genotipe) material plasma nutfah karet hasil ekspedisi IRRDB 1981 di lembah Amazone, Brazil.  Kesemua material tersebut bersama sejumlah klon (583 klon) telah dikoleksi secara ex-situ di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Karet di Sungei Putih, Sumatera Utara.  Dari seleksi pertumbuhan dan produksi yang telah dilakukan diketahui bahwa sangat kecil kemungkinan menemukan langsung klon-klon yang berpotensi produksi tinggi dari koleksi plasma nutfah asal Amazone. Beberapa genotipe memiliki potensi kayu yang cukup besar, meskipun genotipe tersebut tidak menghasilkan lateks yang cukup.  Namun demikian potensi plasma nutfah IRRDB   perlu dimanfaatkan secara maksimal dan sistematis melalui program persilangan buatan untuk menghasilkan klon unggul penghasil lateks-kayu dan tahan penyakit.

Usaha untuk memanfaatkan berbagai karakter penting dari plasma nutfah, khususnya  sumber-sumber  gen kejaguran dan ketahanan terhadap penyakit gugur daun, adalah dengan melakukan karakterisasi dan  membangunnya dalam suatu kebun populasi yang disebut “working population” yang menghimpun berbagai ciri yang diinginkan. Populasi ini selanjutnya akan dimanfaatkan baik sebagai kebun induk maupun persilangan buatan. Pembangunan kebun working population sebanyak lima unit  yang terdiri dari komposisi klon dari material asal Wickham dan IRRDB (Tabel 1).

 

Tabel 1.  Kebun working population yang telah dibangun di KP.Sungei Putih.

Kebun

Komposisi Klon

Jarak Tanam (luas)

WP. I PB 260, RRIC 100, PM 10, IRR 5, IRR 104, IRR 107, IRR 112, IRR 176, PN 3718, PN 4543, PN 4578, PN 4648, PN 4676, PN 4804, PN 5778, PN 5819 4 x 4 x 8 m (5 ha)
WP. II PC 96, PC 98, PC 119, PB 254, PB 350, PB 359, RRIM 908, RRIM 2016, RRIM 2020 2,75 x 6 m   (2 ha)
WP. III AV 427, AV 2037, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, GT 1, H. Spruceana, IRR 5, IRR 105, IRR 107, IRR 118, IRR 119, LCB 1320, PB 260, PB 5/51, PB 217, PB 330, PB 340, PR 107, RRIM 921, RRIM 937, Tjir 1 2,75 x 6 m   (4 ha)
WP. IV RRIC 100,  RRIC 102, RRIC 110, RRII 176, RRII 208, IRR 7, IRR 12, IRR 104, IRR 112, IRR 136, IRR 137, IRR 141, IRR 144, IRR 143, IRR 208, IRR 210, IRR 211, IRR 220, PB 312, PB 314, PB 366, RRIM 911, PM 10, 2,75 x 6 m   (2,5 ha)
WP. V IRR 5, IRR 104, IRR 112, IRR 118, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, PB 5/51, PB 260, PB 330, PB 350, PB 359, PB 366, RRIM 908, RRIM 921, RRIM 937, RRIM 2016, RRIM 2020, IRCA 11, IRCA 18, IRCA 130, IRCA 230 5 x 5 m       (2 ha)

 

 Perpustakaan

Untuk mendukung kelancaran kegiatan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih telah disediakan Perpustakaan yang memuat beberapa buku, majalah, prosiding, warta,  serta koran

 

Rumah Kaca

Untuk menduykung kegiatan penelitian di Balai Penelitian Sungei Putih telah tersedia rumah kaca serbangak 8 ruangan

Leave a comment

- Online Now
Visits Today: -
Pageviews Today: -
New Visitors Today: -
Returning Visitors Today:
New Visits Today: -%
Visits Yesterday: -
Pageviews Yesterday: -
New Visitors Yesterday: -
Returning Visitors Yesterday: -
New Visits Yesterday: -%
Total Visits: -
Total Pageviews: -